- Masjidil Haram
- Ayah dan bunda dapat membawa anak-anak mereka dalam segala usia untuk menunaikan shalat di Masjidil Haram
- Para ayah hendaknya mengurus izin Umrah melalui aplikasi “Nusuk” untuk anak kecil berusia 5 tahun ke atas, ketika mereka ingin berangkat Umrah
- Ayah-bunda hendaknya memastikan bahwa kartu tanda pengenal atau gelang pengenal yang menjelaskan nama dan nomor teleponnya telah terpasang dengan baik
- Jangan lupa selalu memegang tangan anak, jangan berjauhan darinya dan jangan lupa mengingatkannya agar tidak mengganggu orang yang sedang shalat
Pos Pelaporan Anak Hilang di Masjidil Haram
Pos ini disediakan untuk anak-anak. Di sini, anak-anak yang tersesat disambut dengan baik di Masjidil Haram. Pos ini ditangani langsung oleh para petugas keamanan Masjidil Haram. Mereka menerima anak-anak yang tersasar, lalu mengembalikan mereka kepada keluarganya.
Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anak Anda di Tanah Haram, hindari masuk bersama anak-anak dalam kondisi ramai dan padat.

Pada saat musim haji, setiap rombongan haji mempunyai bus tersendiri untuk berangkat dari Bandara Internasional Raja Abdul Aziz di Jeddah ke Makkah Al-Mukarramah.
Rombongan haji mengatur agar jamaah meninggalkan bandara setelah sebelumnya berkoordinasi dengan otoritas bandara, menentukan terminal yang akan membawa penumpang, mengatur keberangkatan dan mengirim barang bagasi mereka ke sana.

Tersedia di Masjidil Haram layanan pendorong kursi roda, juga kursi roda eletrik dan manual.

Bagaimana cara melindungi diri dari sengatan sinar matahari?
- Perbanyak minum air dan cairan tubuh untuk mengganti cairan yang hilang.
- Hindari keluar di bawah sinar matahari untuk suatu hal yang tidak perlu.
- Ketika keluar di siang hari, hindari paparan langsung sinar matahari, dan gunakan payung berwarna terang.
- Tutupi tubuhmu kecuali yang diperintahkan untuk tetap terbuka dalam berhaji atau Umrah.
- Tidur yang cukup di malam hari. Hindari begadang, karena kurang tidur menjadikan tubuh rentan terhadap stres dan melemahkan kekebalan tubuh.
Apa yang harus saya lakukan ketika melihat orang yang pingsan akibat sengatan panas matahari?
- Beritahu petugas keamanan atau penanggung jawab terdekat
- Langsung menghubungi ambulans
- Beri pertolongan pertama seperti hal berikut:
-
-
- Memindahkan pasien ke tempat yang dingin
- Melepaskan pakaian luarnya
- Mendinginkan tubuhnya dengan air
- Membiarkan tubuhnya mendapatkan udara segar
- Memberikan cairan kepada penderita
-

Di atas pintu-pintu tersebut terdapat lampu petunjuk yang dapat dilihat dari jauh untuk mengetahui apakah ini pintu masuk atau pintu keluar.
Lima Pintu Utama Masjidil Haram
- Pintu Raja Abdul Aziz, No. 1, terletak di pelataran bagian barat
- Pintu Shafa: no. 11, terletak di arah tempat Sa’i
- Pintu Al-Fath: no. 45, terletak di pelataran utara
- Pintu Al-Umrah: no. 62, terletak di pelataran utara
- Pintu Raja Fahd: no. 79, di pelataran bagian barat

Sejumlah pintu di Masjidil Haram dikhususkan untuk jamaah Umrah pada setiap musimnya. Ini dimaksudkan untuk mengatur alur masuk ke Masjidil Haram dan memudahkan mereka menunaikan Umrah.
Jika Anda menunaikan Umrah, Anda dapat mengetahui pintu-pintu khusus untuk jamah Umrah dengan cara bertanya kepada salah seorang petugas yang ada di pelataran Masjidil Haram.

Anda juga dapat menyewa taksi atau mobil sewa dari loket-loket perusahaan transportasi yang ada di terminal kedatangan bandara.

Di antara barang-barang yang tidak boleh dibawa ke dalam Masjidil Haram adalah
- Makanan dan minuman (kecuali kopi, kurma dan air)
- Benda-benda tajam
- Cairan yang mudah terbakar
- Tas dan koper berukuran besar
- Stoler (kereta dorong untuk anak-anak)
Orang yang berhaji atau berumrah tidak boleh meninggalkan barang-barang pribadinya di pintu. Ia bisa menitipkannya di tempat penitipan khusus yang tersedia di loker penitipan yang terdapat di halaman Masjidil Haram.

