• Masjid Nabawi
Masjid Nabawi mempunyai sejarah panjang sejak pertama kali dibangun oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum. Umat Islam silih berganti memperluas dan membangunnya, yaitu dalam rangka mengikuti teladan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Masjid Nabawi terdiri dari:
Bangunan Lama Masjid

Yaitu masjid dimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya shalat di sana. Ia terletak di bagian depan Masjid Nabawi saat ini, dimana di atasnya terdapat kubah-kubah yang dihiasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, serta tiang-tiangnya dikelilingi dengan mahkota emas.

Sarhaat dan Hashwaat

Dua tempat terbuka yang saling membelakangi dan terletak setelah bangunan masjid lama. Di masa lalu, ia dihampari dengan kerikil. Karena itu, “Sarhat” dinamakan juga dnegan “Hashwat”

Raudhah Syarifah

Raudhah Syarifah merupakan bagian dari Masjid Nabawi. Ia terletak di bagian depan masjid. Ia terpampang dari rumah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (kamar beliau yang mulia) sampai mimbar beliau.

Proyek Perluasan

Perluasan Masjid Nabawi dilakukan lebih dari sekali pada masa pemerintahan raja-raja Arab Saudi. Perluasan itu terletak pada bangunan masjid lainnya yang mengelilingi Sarhaat.

Tempat Shalat untuk Perempuan

Terdapat dua tempat shalat untuk perempuan. Di dalamnya terdapat dua pelataran khusus untuk mereka. Yaitu, tempat shalat yang terletak di sebelah barat laut dan tempat shalt yang terletak di sebelah timur laut.

Pelataran Luar

Ia merupakan pelataran besar yang disiapkan untuk jamaah masjid. Ia ditutupi dengan payung raksasa untuk melindungi jamaah shalat dari terik matahari.

  • Mihrab adalah tempat imam shalat menghadap kiblat di dalamnya. Ada beberapa mihrab Masjid Nabawi sepanjang sejarah.
  • Setelah kiblat berpindah ke Baitullah yang mulia, Nabi Shallallahu alaihi wasallam menguah mihrab dari utara ke selatan masjid. Kemudian mihrab itu dimajukan hingga di ujung batas proyek perluasan pada masa Khalifah Umar bin Khatthab radhiyallahu anhu, yang letaknya di wilayah selatan. Lalu, letak mihrab berpindah pada saat perluasan masjid di masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.
Mihrab Masjid Nabawi

Ada sejumlah mihrab Masjid Nabawi sepanjang sejarah, di antaranya yang terpenting adalah:

  • Mihrab Nabawi:

    Ia terletak di Raudhah Syarifah, di sebelah kiri mimbar. Di situlah imam memimpin shalat saat ini.

  • Mihrab Utsmani:

    Ia terletak di dinding masjid bagian kiblat, dimana imam pada masa dahulu memimpin shalat di situ.

  • Allah SWT memuliakan Aisyah dengan menjadikan kamarnya sebagai makam Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) dan dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar bin Al-Khathab.
Kamar Nabi (Shallallahu alaihi wasallam) yang Mulia adalah Rumah Beliau

Ia terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Ia dinamakan dengan Hujrah Syarifah (kamar yang mulia). Nama terkenalnya adalah Al-Muwajahah Asy-Syarifah. Ia adalah rumah Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang beliau tinggali bersama Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhuma. Allah telah memuliakan Aisyah radhiyallahu anha dengan menjadikan kamar beliau sebagai kuburan Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan dua sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khatthab radhiyallahu anhuma.

Nabi (Shallallahu alaihi wasallam) Wafat di Hujrah Syarifah
  • Ketika Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) menderita sakit yang kemudian mengantarkan pada wafatnya, beliau berada di kamar Aisyah. Ketika wafat, beliau dikuburkan di sana, sesuai dengan sabda beliau (Shallallahu alaihi wasallam): “Seungguhnya setiap Nabi dikuburkan dimana ia wafat.” Lalu dikuburkan pula di kemudian hari dua sahabat beliau: Abu Bakar dan Umar (radhiyallahu anhuma).
Kubah Hijau

Hari ini kita dapat kubah hijau terpasang di atas sebagai tanda letak kamar (rumah) beliau. Ia dibangun dengan menggunakan warna hijau pada tahun 1253 H.

  • Hari ini, di atas bilik mulia (tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan) di Masjid Nabawi, kita menemukan Kubah Hijau yang khas, sebagai tanda letak bilik yang mulia. Kubah ini dicat hijau pada tahun 1253 H.
  • Mereka yang datang ke Masjid Nabawi dapat melihat menara dan Kubah Hijau dari kejauhan, terutama dari arah selatan, yaitu “Jalan Al-Hijrah,” atau dari arah timur, yaitu “Jalan Al-Malik Abdulaziz,” di mana tidak ada bangunan yang menghalangi pandangan.
  • Kubah ini sebelumnya tidak ada di atas makam Nabi Muhammad SAW sampai abad ketujuh Hijriyah. Kubah ini baru dibangun pada masa pemerintahan Sultan Qalawun, dan pada awalnya warnanya adalah warna kayu, kemudian diganti menjadi putih, kemudian biru, kemudian hijau.
  • Kubah ini dikenal dengan nama Al-Baidah’, Al-Faiha’, dan Az-Zarqa’, kemudian disebut Al-Qubbah Al-Khadhra’ (Kubah Hijau).
  • Sebagai bagian dari perawatan berkesinambungan terhadap bilik yang mulia, cat kubah ini akan diperbarui setiap kali warnanya mulai berubah dan memudar karena faktor cuaca.
  • Masjid tua adalah area masjid yang dahulu digunakan Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) dan sahabat. Bentuknya yang bersejarah tetap dilestarikan beserta ukiran-ukiran klasiknya.
Bagian paling menonjol dari bangunan masjid tua yang dapat kita lihat saat ini adalah
  • Masjid
  • Kamar Aisyah
  • Raudhah yang mulia
  • Mihrab
  • Tiang dan tabung
  • Pintu-pintu Masjid Nabawi memesona jamaah dan pengunjung dengan keindahannya yang sangat menawan dan ukiran-ukirannya yang begitu sempurna. Pintu-pintu tersebut dibuat dengan spesifikasi internasional dan teknis tertinggi.
  • Semua pintu Masjid Nabawi diberi nomor dengan angka yang jelas di samping setiap pintu, dan Anda dapat mengakses pintu yang Anda inginkan dengan mengetahui nomor pintu.
  • Pintu-pintu pelataran Masjid Nabawi juga dilengkapi dengan nomor yang ditempatkan pada pintu gerbang tembok pagar luar pelataran masjid. Nomor-nomor pintu gerbang pagar tembok ini berbeda dengan nomor pintu Masjid Nabawi.
  • Sebagian besar pintu dapat diakses dengan kursi roda. Tersedia juga kursi-kursi portabel untuk lansia dan mereka yang membutuhkannya di sebelah pintu-pintu utama di dalam masjid
  • Pelataran atau halaman Masjid Nabawi adalah area luas yang disiapkan untuk jamaah shalat, ditutupi dengan payung-payung yang membuka dan menutup secara otomatis untuk melindungi jamaah shalat dari sinar matahari, ditambah dengan ventilasi dan kipas angin kabut untuk menyejukkan udara buat jamaah shalat.
  • Terdapat 262 payung raksasa di pelataran Masjid Nabawi, dan tembok pagar sepanjang 2270 m yang mengelilingi pelataran. Terdapat sejumlah pintu gerbang di tembok pagar ini. Pintu-pintu gerbang tersebut berbeda dengan pintu-pintu Masjid Nabawi.
  • Luas pelataran: 235.000 meter persegi
  • Kapasitas: 450.000 jamaah
Peringatan saat shalat dan berjalan di pelataran Masjid Nabawi
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki di atas marmer hitam atau berwarna karena panasnya yang ekstrim.
  • Hati-hati terpeleset di pelataran, dan hindari penggunaan jenis sepatu atau sandal yang rentan menyebabkan terpelset.
  • Berhati-hatilah jangan sampai shalat di depan imam saat shalat di halaman masjid bagian selatan. Anda dapat mengetahui posisi imam melalui papan petunjuk yang ada di pelataran, agar posisi anda tidak sampai di depan posisi imam.
  • Saat Anda kehilangan alas kaki atau saat mencari alas kaki di halaman pada waktu cuaca panas, tetap berjalan di atas marmer putih saja, karena marmer putih dingin.
  • Dilarang merokok di area halaman Masjid Nabawi.
Pemakaman Al-Baqi’
  • Makam Baqi’ adalah kompleks pemakaman Madinah sejak era Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam hingga hari ini. Banyak orang meninggal dimakamkan di sana selama berabad-abad, termasuk yang paling utama adalah para Ummul mukminin dan sejumlah besar sahabat Rasulullah.
Lokasi Pemakaman Al-Baqi’
  • Pemakaman Al-Baqi’ terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Luasnya mencapai 180 ribu meter persegi.
Kenapa Dinamakan Al-Baqi’
  • Dinamakan “Al-Baqi’” karena pada dahulunya terdapat banyak pohon di tempat tersebut. Asal arti Baqi’ adalah tempat luas yang menghimpun berbagai macam pohon.
Mengunjungi Makam Al-Baqi’
  • Disyariatkan bagi peziarah Masjid Nabawi dan kota Madinah Al-Munawwarah untuk mengunjungi Pemakaman Al-Baqi’ untuk menyampaikan salam kepada para sahabat, tabi’in, orang-orang shalih terdahulu, dan lainnya yang telah wafat, sekaligus mendoakan rahmat untuk mereka. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sering mengunjungi pemakaman Al-Baqi’ dan mendoakan kebaikan untuk mereka.
Apa yang Diucapkan Ketika Mengunjungi Pemakaman Al-Baqi’
  • Yaitu dengan mengatakan: “Semoga keselamatan tercurah untuk kalian, rumah kaum mukminin. Dan sesungguhnya kami atas kehendak Allah pasti akan mengikuti kalian.”
  • Ketika melewati Al-Baqi’, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata: “Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi’ Al-Gharqad.”
  • Keluarga orang yang meninggal di Madinah Munawwarah sangat ingin agar jenazah keluarganya dishalatkan di Masjid Nabawi dan dikuburkan di Baqi’ bersama para sahabat dan tabi’in terbaik¸ jika hal itu memungkinkan. Hal itu disebabkan keutamaan shalat di Masjid Nabawi dan banyak orang yang shalat dan mendoakan untuknya dengan kasih sayang dan ampunan.
Perhatian Pemerintah Terhadap Shalat Jenazah

Pemerintah kota Madinah Al-Munawwarah membuka pintu kuburan Baqi’ bagi para pengunjung pada waktu-waktu resmi untuk berziarah, juga setelah ditunaikan shalat lima waktu. Saat itu jamaah diajak untuk menunaikan shalat jenazah di Masjid Nabawi setelah dilaksanakan shalat lima waktu. Lalu para pengantar jenazah dan peziarah Masjid Nabawi berangkat ke kuburan Baqi’ untuk menguburkan jenazah dan berziarah kubur.

  • Pengunjung berduyun-duyun ke Masjid Nabawi dalam jumlah besar, dan dari berbagai kategori, ada pria dan wanita, dewasa dan anak-anak. Kerajaan Arab Saudi sangat ingin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka, menghilangkan hambatan, dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi termasuk perlindungan dari terik matahari dan bahaya hujan.
Kubah Masjid Nabawi
  • Kubah Masjid Nabawi merupakan fenomena unik dalam gaya arsitektur, dan jumlah kubah tetap dan bergerak di Masjid Nabawi ada 196.
  • Kubah pertama Masjid Nabawi dibangun di atas Hujrah Nabi pada tahun 678 H, dan dicat hijau pada tahun 1253 H.
Kubah Bergerak Masjid Nabawi
  • Kubah bergerak ini dianggap sebagai salah satu prestasi peradaban modern di halaman Masjid Nabawi, yang berjumlah 27 kubah. Dibuka dan ditutup secara otomatis oleh perangkat kontrol tiga kali sehari: setelah shalat Subuh, Zuhur dan Magrib, untuk mengubah atmosfer di dalam Masjid Nabawi, membantu memberikan iklim udara yang sesuai dan mengirimkan gema suara agar dapat menjangkau seluruh bagian Masjid Nabawi secara akurat.
Payung-payung Raksasa
  • Ada 262 payung raksasa, dengan dekorasi dan desain megah, yang tersebar di halaman luar dan dalam Masjid Nabawi. Dibuka dan ditutup secara otomatis sesuai kebutuhan. Dibuka di pagi hari untuk melindungi pengunjung dan jamaah dari panas matahari dan hujan, terutama melindungi dari tergelincir karena hujan. Dan ditutup pada malam hari untuk ventilasi tempat dan menikmati pemandangan langit.